![]() |
| Mapaba Tak Lagi Sekadar Seremonial, PC PMII Sukoharjo Himpun 600 Lebih Kader Baru. (Foto: Aktivis Autentik) |
Upaya tersebut terlihat dalam rangkaian Mapaba yang digelar sepanjang September oleh lima rayon di bawah PC PMII Sukoharjo. Sebanyak 608 kader baru tercatat bergabung dalam keluarga besar PMII Sukoharjo melalui rangkaian kaderisasi tersebut.
Kelima rayon itu adalah Rayon Sunan Kalijaga, Rayon Sunan Gunung Jati, Rayon Ali Ahmad Baktsir, Rayon Abdurrahman Wahid, dan Rayon Muhammad Hatta. Kelima rayon tersebut secara struktural berada di bawah Pengurus Komisariat Raden Mas Said.
Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian dalam pelaksanaan Mapaba tahun ini. Namun, PC PMII Sukoharjo tidak menempatkan kuantitas kader sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Perubahan pola kaderisasi justru menjadi bagian penting yang ingin dibangun melalui pelaksanaan Mapaba di masing-masing rayon.
Masing-masing rayon diberikan keleluasaan untuk mengembangkan konsep kegiatan berdasarkan karakter dan kebutuhan anggotanya.
Dengan demikian, proses penerimaan anggota tidak berhenti pada kegiatan formal maupun administratif, tetapi diarahkan menjadi pengalaman awal yang lebih dekat dengan dunia dan minat anggota baru.
Suasana fun atau menyenangkan menjadi salah satu pendekatan yang ditekankan dalam proses tersebut. Materi dan pengenalan ke-PMII-an tetap diberikan, tetapi rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi serta penampilan dari Lembaga Semi Otonom (LSO) yang terdapat di masing-masing rayon.
Ketua PC PMII Sukoharjo Ahmad Riyanto mengatakan, 608 kader baru yang berhasil dihimpun bukanlah tujuan akhir dari proses kaderisasi. Jumlah tersebut justru menjadi titik awal bagi perjalanan panjang anggota baru dalam mengenal dan berproses di PMII.
"Kami ingin Mapaba menjadi ruang pertama untuk mengenal PMII dengan cara yang lebih cair dan menyenangkan, tanpa kehilangan substansinya," ujar Ahmad.
Pendekatan tersebut membuat kaderisasi tidak hanya diarahkan pada pengenalan organisasi, tetapi juga pada penciptaan ruang belajar dan berekspresi. Nilai-nilai dasar organisasi tetap menjadi bagian dari proses, sementara suasana kegiatan dibuat lebih terbuka agar anggota baru dapat mengenali minat, potensi, dan lingkungan pergerakannya.
Koordinator Kaderisasi PC PMII Sukoharjo, Sahabat Muklis, menilai suasana yang menyenangkan tidak berbanding lurus dengan berkurangnya keseriusan kaderisasi. Menurutnya, proses belajar dan diskusi tetap menjadi bagian penting, hanya saja pendekatannya dibuat lebih dekat dengan karakter masing-masing rayon.
“Konsep kaderisasi fun bukan berarti mengurangi keseriusan. Justru kami ingin kader tetap belajar dan berdiskusi, tetapi dengan suasana yang lebih dekat, kreatif, dan sesuai dengan karakter masing-masing rayon," ujarnya.
Bagi PC PMII Sukoharjo, tantangan kaderisasi tidak selesai ketika anggota baru dinyatakan bergabung. Tahap berikutnya adalah memastikan mereka memiliki ruang untuk tumbuh dan menemukan alasan untuk terus mengambil bagian dalam proses kaderisasi organisasi.
Karena itu, keberadaan lebih dari 600 kader baru di lima rayon diharapkan menjadi awal bagi terbentuknya ekosistem organisasi yang tidak hanya bertumpu pada jumlah anggota. PC PMII Sukoharjo berharap kaderisasi ke depan dapat menghadirkan ruang organisasi yang lebih terbuka, menyenangkan, kritis, dan relevan dengan karakter generasi muda.
Setelah Mapaba berakhir, perjalanan kaderisasi justru memasuki tahap berikutnya. Para anggota baru dihadapkan pada proses untuk tetap tumbuh, bergerak, dan menemukan ruangnya di PMII, sekaligus mencapai tujuan organisasi yang telah disematkan sejak 66 tahun silam.
Penulis: Fathan Rizki Efendi, Anggota PC PMII Sukoharjo.
.jpg)
1 Komentar
belakang sendiri tinggi, pakai hijab hitam😎
BalasHapus