Warta

PKD XX PMII Ki Ageng Ganjur: Menakar Militansi dan Loyalitas Kader Mujahid

PKD XX PMII Ki Ageng Ganjur: Menakar Militansi dan Loyalitas Kader Mujahid. (Foto: Aktivis Autentik)
Aktivis Autentik - PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) XX dengan tema "Kontemplasi Nilai PMII: Manifestasi Kader Mujahid yang Militan dan Loyal terhadap PMII". Kegiatan ini berlangsung pada Kamis-Minggu (9-12/04/2026), di SD Negeri 06 Kajen, Pekalongan.

PKD merupakan jenjang kaderisasi formal di PMII setelah Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Secara umum, tujuan PKD adalah membentuk kader PMII berkualitas Mujahid (pejuang), yakni kader ideologis, loyal, militan, serta memiliki komitmen dan integritas terhadap nilai-nilai PMII.

Pelatihan ini diisi dengan penyampaian materi serta Focus Group Discussion (FGD) studi kasus. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari empat rayon di lingkup Komisariat Ki Ageng Ganjur, yaitu Rayon Bahurekso, Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam, Rayon Syariah, serta Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Sebanyak 43 peserta resmi dibaiat menjadi kader Mujahid.

Perwakilan panitia, Islahul Mufid Kamal, mengapresiasi kehadiran dan komitmen peserta selama kegiatan. "Semoga ilmu yang kalian pelajari nanti bisa terserap dan menjadi bekal untuk menjadi kader yang lebih baik. Semangat selama empat hari ke depan," ucapnya.

Ketua Komisariat, Arsen Adhita Sendi, turut mengapresiasi loyalitas peserta yang konsisten berproses sejak Mapaba hingga berlanjut ke jenjang PKD ini. Ia menekankan agar peserta aktif berdiskusi. "Saya harap kalian di sini bukan cuma mendengarkan materi, tetapi juga bisa bertukar pikiran agar materi bisa diserap sebaik-baiknya," ujar Arsen.

Mandataris Ketua Cabang PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, dalam pembukaan acara menegaskan bahwa kader harus memiliki kesadaran mental pejuang untuk mewujudkan insan ulul albab. "Sahabat-sahabati harus memiliki kesadaran mental sebagai pejuang, bukan sekadar mental pengurus. PMII tidak lahir dalam ruang kosong. Oleh sebab itu, kalian harus berjuang lebih keras karena PMII tidak membutuhkan kader yang loyo," tegas Khozin.

Ketegasan tersebut memuncak pada prosesi sakral baiat. Khozin menuntut komitmen total peserta untuk mewakafkan diri dan raga demi melanjutkan perjuangan organisasi. Ia menegaskan bahwa menjadi kader Mujahid memerlukan aksi nyata dalam mereorganisasi gerakan, bukan sekadar retorika.

"Wakafkan diri, hati, dan tubuh kalian pada PMII. Suka duka PMII adalah diri kalian sendiri. Saya harap kalian mampu mereformulasi apa yang perlu digerakkan, karena kader Mujahid tidak sebatas ide. PMII tidak butuh orang hipokrit dan pengkhianat," pungkasnya.

PKD XX ini menegaskan bahwa kaderisasi bukanlah sekadar prosedur administratif, melainkan proses pembentukan kesadaran ideologis dan tanggung jawab sosial. Peserta diharapkan mampu merefleksikan realitas sosial serta bergerak progresif di ruang akademik dan organisasi mahasiswa (ormawa) demi pengembangan potensi diri.

Penulis: Muhammad Maelal Marom, Koordinator Biro Media Komunikasi dan Informasi PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan 2025/2026

0 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close