![]() |
| PKD XXIV PMII Makhdum Ibrahim Resmi Digelar, Teguhkan Keilmuan dan Gerakan dalam Merawat Keberpihakan Sosial. (Foto: Aktivis Autentik) |
Kegiatan PKD ini mengusung tema “Manifesto Kader Mujahid yang Cakap Secara Keilmuan dan Gerakan dalam Merawat Keberpihakan Sosial,” yang diikuti oleh 30 peserta baik dari internal maupun eksternal Tuban.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pengurus komisariat, alumni, kader, serta tamu undangan.
Ketua Panitia, Atalafairus iklil Warsanda, menyampaikan bahwa PKD XXIV bukan sekadar agenda formal kaderisasi, tetapi greatnya sudah naik satu tingkat. Diartikan olehnya, bahwa berdasarkan tingkatan di PMII dari mu’taqid menjadi mujahid.
“Sehingga proses pembentukan kader yang mampu berpikir kritis dan memiliki keberpihakan terhadap persoalan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Komisariat PMII Makhdum Ibrahim Tuban, Muhammad Abdul Mubin, menegaskan bahwa tema yang diangkat merupakan bentuk refleksi atas kondisi mahasiswa yang mulai menjauh dari nilai perjuangan dan tanggung jawab sosial.
“Keberpihakan sosial harus menjadi identitas kader PMII. Ilmu pengetahuan yang dimiliki kader harus mampu diarahkan untuk menjawab persoalan rakyat, bukan hanya menjadi kebanggaan akademik semata,” ungkapnya.
Sementara itu, Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh alumni PMII bapak ali Mochtar menekankan pentingnya pengalaman organisasi dan sanad keilmuan dalam proses kaderisasi PMII. Menurutnya, kader yang kuat lahir dari proses belajar yang panjang, pengalaman lapangan, dan keterhubungan nilai dengan para pendahulu organisasi.
“Kader PMII harus memiliki pengalaman gerakan dan sanad keilmuan yang jelas. Karena dari situlah yang matang, sikap yang bijak, serta keberpihakan sosial yang tidak mudah goyah oleh perubahan zaman,” tuturnya.
Ketua PC PMII Tuban, Roviq Wahyudin, yang secara resmi membuka kegiatan turut menegaskan bahwa kaderisasi PMII harus melahirkan kader mujahid yang mampu menjaga nilai kemanusiaan dan aktif dalam perjuangan sosial.
“Merawat keberpihakan sosial harus menjadi identitas kader PMII. Gerakan mahasiswa tidak boleh kehilangan arah perjuangan kemanusiaannya,” tegasnya.
Dengan beberapa materi antara lain, materi yang sifatnya ideologis dan metodologis. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan sesi foto bersama sebagai bentuk semangat komitmen Komisariat Makhdum Ibrahim dalam membentuk kader yang cakap secara keilmuan dan mampu mentransformasikan menjadi sebuah Gerakan yang dibangun atas dasar kesadaran berbasis nilai.
.jpg)
0 Komentar