Warta

Curhatan: Ketika Idealisme Diuji, Masih Adakah Semangat Awal Itu

Curhatan Ketika Idealisme Diuji, Masih Adakah Semangat Awal Itu
Muhammad Arung Jihad Qohhar, Anggota Rayon Pendidikan Agama Islam, Komisariat UINSI Samarinda/Foto: Aktivis Autentik
Aktivis Autentik - Aku masih ingat pertama kali bergabung dengan PMII, penuh semangat dan harapan untuk belajar dan berjuang bersama. Tapi kini, aku melihat realitas yang semakin menantang. Di era digital ini, idealisme kita seringkali berbenturan dengan pragmatisme, gerakan mahasiswa mulai kehilangan daya kritisnya, dan PMII pun tidak lepas dari ujian zaman.  

Beberapa waktu lalu, aku melihat sahabat-sahabat mulai terpecah pandangan. Ada yang tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai Aswaja dan keberpihakan pada rakyat kecil, tetapi ada juga yang mulai kehilangan arah, terjebak dalam pragmatisme politik yang mengikis idealisme pergerakan. Media sosial yang seharusnya menjadi alat perjuangan justru sering digunakan untuk perdebatan tak berujung, sementara di lapangan, masyarakat masih menunggu kehadiran kita.  

Aku bertanya-tanya, apakah kita masih bisa menjaga semangat awal PMII? Apakah kita masih mampu menjadi jembatan antara mahasiswa dan rakyat, antara Islam dan kebangsaan? Atau kita justru sibuk dengan dinamika internal yang tak kunjung usai?  

Namun, di tengah keraguan itu, aku bertemu dengan sahabat-sahabat yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai PMII. Mereka yang masih turun ke lapangan, membela hak-hak masyarakat kecil, mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada keadilan, dan tetap menjaga nilai intelektualitas. Aku kembali sadar, bahwa PMII bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang perjuangan yang harus terus dinyalakan.  

Zaman boleh berubah, tetapi prinsip kita harus tetap tegak. Jika PMII kehilangan arah, maka kitalah yang harus mengembalikannya ke jalur perjuangan. Karena pada akhirnya, PMII adalah milik kita, dan masa depannya ada di tangan kita.  

Penulis: Muhammad Arung Jihad Qohhar, Anggota Rayon Pendidikan Agama Islam, Komisariat UINSI Samarinda.

2 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close