![]() |
| Penulis: Husna Mahmudah, Aktivis Perempuan. |
Namun, bukan sekadar semangat dan keberanian yang menjadikan pemuda sebagai generasi berpengaruh, melainkan juga kualitas intelektual, kemampuan bertindak dengan cerdas, wawasan yang luas, dan kesopanan.
Menurut Soekarno "pemuda adalah tulang punggung bangsa", yang berarti masa depan bangsa bergantung pada peran aktif dan kontribusi pemuda (Soekarno, Pendidikan dan Perjuangan, 1963)
Tentu intelektual lah fondasi utama bagi pemuda dalam berkontribusi. Intelektual tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam merumuskan solusi. Sehingga kaum muda mampu memetakan masalah secara objektif, merumuskan solusi yang efektif, dan tidak mudah terjebak dalam pandangan sempit. Senantiasa haus akan ilmu pengetahuan dan berupaya memperluas perspektif mereka dengan terus belajar.
Tidak cukup hanya intelektual, kecerdasan dalam bertindak juga merupakan kualitas penting kaum muda. Cerdas dalam bertindak berarti mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang tepat dan efektif.
Kaum muda yang cerdas tahu kapan harus bertindak cepat dan kapan harus berhati-hati, memiliki banyak cara membuat keputusan yang membawa kemaslahatan.
Pemuda yang memiliki wawasan luas tidak hanya terbatas pada pengetahuan lokal, tetapi juga mengerti kondisi global dan perkembangan dunia yang lebih besar. Wawasan merupakan bekal untuk melihat berbagai isu dari berbagai perspektif, memperkaya pemahaman terhadap masalah yang ada, dan memberikan solusi yang lebih inklusif dan relevan.
Dalam karyanya Ihya' Ulumuddin, Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa pemuda tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memperhatikan kecerdasan batiniah atau spiritual. Dengan kecerdasan yang seimbang antara akal dan hati (Imam Al-Ghazali, Terjemahan Ihya' Ulumuddin, 2023).
Kaum muda diajak untuk menjadi pembimbing dan contoh bagi orang lain, pemuda yang cerdas dapat memberi pengaruh positif bagi masyarakat dengan pengetahuan dan sikap yang bijaksana.
Kesopanan dan etika yang baik merupakan ciri penting dari seorang pemuda. Pemuda yang memiliki sopan santun tahu bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan penuh penghormatan, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan yang harmonis dalam masyarakat. Mereka tidak hanya berbicara dengan kata-kata yang baik, tetapi juga menunjukkan sikap yang penuh perhatian dan empati.
Sopan santun juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, berkomunikasi secara efektif, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang dewasa.
Maka, mari bersama-sama menjadi generasi muda yang berpengaruh, bukan hanya karena semangat, tetapi juga karena kualitas intelektual, kecerdasan bertindak, wawasan luas, dan kesopanan. Untuk ciptakan tulang punggung masa depan bangsa yang berkualitas menuju masa depan lebih gemilang.
Penulis: Husna Mahmudah, Aktivis Perempuan.
.jpg)
0 Komentar