![]() |
| Sahabat Yansah, Kader PMII UINSU Medan/Foto: Aktivis Autentik |
Kemudian sebagai mahasiswa dianggap memiliki peranan penting dalam sejarah berdirinya pemerintahan Indonesia, terutama dalam menyambung suara rakyat yang dipercaya masih begitu jujur, idealis, terarah, bebas dari tuntutan kelompok manapun.
Ada lima peran yang dimiliki mahasiswa, yaitu agent of change (penggerak perubahan), social control (kontrol sosial), moral force (penguat moral), guardian of value (penjaga nilai) dan iron stock (penerus bangsa). Sebagai kaum akademis, kita kader PMII sudah semestinya mengambil peran penting dalam berbagai aspek bidang kehidupan termasuk dalam bidang politik. Pesta demokrasi atau pemilihan umum (pemilu) sudah di depan mata.
Mahasiswa dituntut untuk memainkan peran tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa masih mampu menunjukkan eksistensinya dengan aktif. Namun perlu di garis bawahi bahwa sanya PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang independen terhadap parpol yang ada di Indonesia ini. Kemudian pada akhir-akhir ini malah sebaliknya seperti yang kita lihat pada saat sekarang, kita yang berperan sebagai agen perubahan dalam bidang politik, kita lupa dengan hal itu, semestinya tidak harus terjun ke lapangan bermain dengan para pemangku kepentingan elite politik. Namun kita cukup memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya berdemokrasi bagi bangsa dan negara.
Begitu juga dengan kontrol sosial yang harus dijaga warga dan kader PMII selama menjalankan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam melakukan kontrol pada pemilu ini. Mahasiswa juga dinilai sebagai penguat moral bangsa. Pada pemilu kali ini, mahasiswa pergerakan diharapkan mampu memiliki moral yang baik, menjadi teladan dan juga bisa memberikan dampak positif di masyarakat.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga sebagai penjaga nilai atau menyebarkan nilai-nilai luhur yang selama ini diakui secara universal. Contohnya kejujuran, empati, keadilan, tanggung jawab, dan lainnya. Peran mahasiswa dalam kaitannya dengan iron stock adalah menanggung nilai etis sebagai penyandang predikat mahasiswa secara bahasa maha yang artinya tinggi dan siswa adalah terpelajar. Peran mahasiswa itu yang menunjukkan bahwa mahasiswa pergerakan dapat mewakili lidah rakyat dalam mengontrol dan mengawasi berbagai kebijakan pemerintah, pelopor terwujudnya perubahan sosial pada masyarakat serta sebagai penerus kepemimpinan di masa yang akan datang.
Kita ketahui bersama bahwa saat sekarang ini di tengah kelompok intelektual ini masih ada pandangan apatis terhadap politik yang ada di Indonesia, contohnya saja pada pemilu. Mahasiswa ataupun pemuda masih banyak yang memilih menjadi golongan putih (golput) atau tidak menggunakan hak pilihnya. Untuk menjaga marwah demokrasi, mahasiswa sebaiknya tidak apatis dan berdiam diri serta acuh tak acuh terhadap kontestasi pemilu di Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga tidak perlu reaktif mengingat negara ini merupakan negara hukum sehingga harus sesuai koridor atau aturan yang ada apabila ingin mengkritisinya

0 Komentar