Warta

Peringati HUT 78 RI, PKC PMII Jatim Bagikan Beasiswa Insentif

Pengerahan Beasiswa Insentif secara simbolis kepada pengurus PKC PMII Jawa Timur/Foto: Istimewa
Aktivis Autentik - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim) melaksanakan kegiatan refleksi Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, Rabu (23/08/2023).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya Jawa Timur yang dihadiri puluhan kader PMII se-Jawa Timur.

Hadir pula beberapa tokoh sebagai narasumber seperti halnya Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir selaku Wakil Ra'is 'Aan PBNU sebagai narasumber Ngaji Kebangsaan. Dr. H. Anwar Sadad M.Ag selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengisi Talk Show Pendidikan dengan tema 'Sistem Pendidikan Indonesia: Evaluasi, Solusi, Resolusi'.

Serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro yang diwakili oleh Wulan selaku Kabid Kepemudaan dan Wakil Dekan III UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si.

Selain itu, pada kegiatan refleksi tersebut juga terdapat agenda pembagian beasiswa insentif sebanyak 19 mahasiswa atau pengruus PKC PMII Jawa Timur yang melanjutkan studinya di S2 yang melalui hasil seleksi.

Baijuri, Ketua PKC PMII Jawa Timur, menyampaikan dengan adanya bantuan Beasiswa Insentif (BI) bagi PKC PMII Jawa Timur tak lain untuk memberdayakan kader PMII yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Jadi, PKC PMII Jatim saat ini serius mengawal sahabat-sahabat mengawal di bidang akademik salah satunya dengan memberikan beasiswa insentif kepada mereka," tuturnya, Kamis (24/08/2023).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan dengan upaya PKC PMII Jawa Timur mendorong kepengurusan yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut, sehingga diharapkan kader PMII mampu mempersiapkan diri menjelang Generasi Emas Indonesia pada 2045 mendatang.

"Peran pendidikan dalam mempersiapkan generasi 2045 sangat penting. Target yang kami inginkan munculnya generasi emas di dalam PMII dalam  sepuluh atau dua puluh tahun ke depan yaitu dengan meluaskan kesempatan  pendidikan lebih tinggi," katanya menegaskan.

Baijuri menambahkan, anggota atau kader PMII harus memiliki profesionalitas atau kemampuan tertentu. Berdasarkan persoalan yang ada, baik kontestasi dan problem yang ada, Bisa terbayang, tanpa adanya motto, komitmen dan khidmat itu, sulit rasanya kader pergerakan  menyelesaikan persoalan yang menimpa masyarakat, bahkan pada bangsa ini.

"Yang perlu kita catat dan perlu di ingat adalah perjuangan kita dalam berbangsa dan bersatu yaitu  sangat jelas, untuk komitmen memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan pada titik ini," pungkasnya.

0 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close