Warta

PP Raden Paku Paciran Sukses Menjadi Tuan Rumah PKD PMII Sunan Drajat, Buktikan Praktik Nyata Kemandirian Pesisir

 PP Raden Paku Paciran Sukses Menjadi Tuan Rumah PKD PMII Sunan Drajat, Buktikan Praktik Nyata Kemandirian Pesisir. (Foto: AKtivis Autentik)
Aktivis Autentik - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Drajat sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang bertempat di Pondok Pesantren (PP) Raden Paku, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan kaderisasi ini resmi berakhir dan meninggalkan kesan mendalam serta semangat baru bagi para peserta.

Pada penyelenggaraan kali ini, PMII Sunan Drajat mengusung tema besar: "Pantura Berdaya, Pesisir Terjaga, Kader Berjiwa Social Ecology dalam Mewujudkan Blue Economi". Menariknya, pemilihan tempat pelaksanaan di pesantren yang diasuh oleh Gus Deny tersebut ternyata memiliki makna filosofis dan tujuan khusus yang sejalan dengan tema kegiatan.

Ketua Komisariat PMII Sunan Drajat, M. Rizky Prs, mengungkapkan bahwa PP Raden Paku sengaja dipilih sebagai "laboratorium hidup" agar para kader dapat melihat langsung wujud nyata dari kemandirian dan progresivitas.

"Sebenarnya, memilih pesantren ini sebagai tempat pelaksanaan PKD ada maksud tersendiri. Kami ingin para kader melihat langsung bagaimana pendidikan di sini sangat progresif dan revolusioner," ujar Rizky.

Rizky kemudian memaparkan kurikulum unik dan inovatif yang diterapkan kepada para santri tingkat Madrasah Aliyah (MA) di PP Raden Paku, di antaranya:

Kelas 1 Aliyah: Santri difokuskan pada penguatan literasi dan riset, di mana mereka sudah diajarkan secara khusus untuk membuat jurnal.

Kelas 2 Aliyah: Santri didorong untuk melakukan inovasi sains. Mereka diajarkan membuat skincare, sabun, hingga bio-solar. Bahkan, para santri di tingkat ini disebut telah berhasil menemukan bakteri pemakan plastik.

Kelas 3 Aliyah: Santri difokuskan pada kemandirian ekonomi dengan diajarkan ilmu pemasaran (marketing). Hebatnya, keuntungan dari praktik tersebut sepenuhnya diberikan kepada santri.

 PP Raden Paku Paciran Sukses Menjadi Tuan Rumah PKD PMII Sunan Drajat, Buktikan Praktik Nyata Kemandirian Pesisir. (Foto: Aktivis Autentik)

Di balik kurikulum yang setara dengan sekolah vokasi elit tersebut, biaya pendidikan di PP Raden Paku sangatlah terjangkau, yakni hanya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 350.000. "Ini adalah contoh nyata yang harus ditiru oleh para kader. Hal ini sangat selaras dengan tema PKD kita demi mewujudkan blue economy di kawasan pesisir," tegas Rizky.

Selain pemaparan inspiratif dari Ketua Komisariat, semangat para kader juga terbakar oleh pesan menohok yang disampaikan langsung oleh Pengasuh PP Raden Paku Paciran, Gus Deny. Beliau memberikan motivasi sekaligus tantangan besar bagi para mahasiswa.

"Saya ini tidak kuliah. Maka dari itu, kalian yang saat ini mengenyam pendidikan di bangku kuliah, harusnya bisa melakukan hal yang jauh lebih besar dan lebih bisa dari apa yang sudah kami lakukan di sini," pesan Gus Deny.

Lebih lanjut, Gus Deny juga menyoroti peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial. Ia secara terbuka mendukung gerakan aktivisme mahasiswa, asalkan berlandaskan intelektualitas.

Sembari mengacungkan jempolnya, Gus Deny menegaskan, "Top! Saya sangat mendukung dan mengacungkan jempol kalau kalian sering melakukan demo, asalkan gerakan tersebut benar-benar berbasis data dan kajian yang matang."

Berakhirnya PKD ini diharapkan tidak hanya melahirkan kader-kader yang kuat secara ideologi, tetapi juga mampu mengadopsi semangat inovasi, kemandirian ekonomi, serta berani menyuarakan kebenaran berbasis data seperti yang telah dicontohkan dan diamanatkan di PP Raden Paku Paciran.

0 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close