Warta

KOPRI UIN Gusdur Gelar Pelatihan Konseling Sebaya, Usung Tema Merawat Luka Melalui Cerita

KOPRI UIN Gusdur Gelar Pelatihan Konseling Sebaya, Usung Tema Merawat Luka Melalui Cerita. (Foto: Aktivis Autentik)
Aktivis Autentik - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Ki Ageng Ganjur UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Pelatihan Konseling Sebaya di Balai Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan bertajuk "Merawat Luka Melalui Cerita" ini diikuti secara intensif oleh 15 peserta yang terdiri dari mahasiswa umum serta anggota PMII.

Ketua Pelaksana, Syakirohtul Rizkiyah, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan iklim organisasi yang lebih responsif. Ia berharap acara ini tidak berhenti sebagai agenda formalitas belaka.

"Kami ingin membangun budaya organisasi yang lebih progresif dalam menyikapi isu kekerasan seksual dan senantiasa menjunjung keadilan gender," ujar Syakiroh dalam sambutannya

Senada dengan hal tersebut, Ketua KOPRI, Sugmalia Larasati, memandang bahwa ilmu konseling memiliki manfaat personal yang sangat dalam. Baginya, kemampuan untuk mendengarkan dan mendampingi adalah sarana membentuk karakter yang tangguh.

"Ilmu ini bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk diri kita masing-masing. Kita upayakan agar setiap individu bisa bercerita, menghadapi, dan akhirnya berdamai dengan masalah yang dialami," tutur Sugmalia.

Di sisi lain, Ketua Komisariat PMII UIN Gusdur, Arsen Adhita Sendi, mengingatkan para peserta agar tidak menyimpan ilmu ini untuk diri sendiri. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak di lingkungan terdekat.

"Ini adalah wadah upgrade kapasitas diri. Ilmu yang didapat di sini harus disebarluaskan kepada sahabat-sahabati di lingkungan masing-masing agar manfaatnya lebih luas," tegas Arsen.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Gender & Anak (PSGA) UIN Gusdur Pekalongan, Nadhifatus Zulfa yang mengupas dasar-dasar konseling sebaya. Materi kedua dibawakan oleh Miqdam Yusria Ahmad yang berfokus pada strategi pencegahan kekerasan seksual. Tak hanya teori, para peserta juga terlibat langsung dalam sesi praktik konseling untuk mengasah empati dan keterampilan pendampingan secara langsung.

Salah satu peserta, Lutfi Maulana, mengungkapkan bahwa ilmu konseling sangat berguna di tengah standar hidup yang menuntut mahasiswa untuk selalu tampil sempurna, baik di tengah tekanan akademik maupun lingkungan.

"Terkadang manusia hanya perlu ditemani tanpa dihakimi. Praktik konseling sebaya adalah upaya menciptakan ruang aman bagi mahasiswa yang kerap merasa stres akibat tekanan akademik maupun lingkungan," ujar Lutfi.

Melalui pelatihan ini, KOPRI UIN Gusdur berkomitmen untuk mencetak individu yang cakap dalam memberikan dukungan mental bagi sesama mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan lingkungan organisasi yang sehat, aman, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai berkeadilan gender.

Penulis: Muhammad Maelal Marom | Koordinator Biro Media Komunikasi dan Informasi PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan 2025/2026

0 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close