Warta

Estafet Baru PMII Pekalongan dan Ikhtiar “Digdaya Berkelanjutan”

Estafet Baru PMII Pekalongan dan Ikhtiar “Digdaya Berkelanjutan”. (Foto: Aktivis Autentik)
Aktivis Autentik - Ahmad Nur Khozin dan Lana Salsabila resmi memimpin Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan untuk Masa Khidmat 2026–2027. Dalam kepemimpinan ini, keduanya mengusung jargon “Digdaya Berkelanjutan” sebagai komitmen menjaga soliditas, kesinambungan gerakan, dan arah strategis organisasi.

Konferensi Cabang (Konfercab) XXXI yang digelar di Gedung Aswaja Kota Pekalongan selama tiga hari, Sabtu–Senin (21–23/2/2026), mengangkat tema “Regenerasi Berkelanjutan Menuju Organisasi Inklusif”. Kegiatan ini diikuti delegasi dari Komisariat Ki Ageng Ganjur, Komisariat Darussalam, Komisariat Abdurrahman Wahid, serta Komisariat Syekh Hasan Surgi, menjadi forum evaluasi, refleksi, sekaligus konsolidasi gerakan PMII selama satu periode kepengurusan.

Penetapan dilakukan dalam sidang pleno akhir yang dipimpin perwakilan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Muchammad Mugiono. Ahmad Nur Khozin ditetapkan sebagai Ketua Cabang dan Lana Salsabila sebagai Ketua KOPRI secara aklamasi pada pukul 04.20 WIB, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, Mugiono menegaskan bahwa berakhirnya satu periode kepengurusan bukanlah akhir pengabdian, melainkan bagian dari siklus kaderisasi yang terus bergerak.

"Akhir kepengurusan cabang bukan akhir dari pengabdian di PMII. Sahabat-sahabat telah purna di cabang, tetapi ruang pengabdian berikutnya menanti di PKC maupun PB,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar formatur kepengurusan segera diselesaikan.

Ketua terpilih, Ahmad Nur Khozin, menegaskan komitmennya membangun kepemimpinan yang kolektif dan sinergis.

“Saya menginginkan ke depan kita mampu bergerak secara kolektif, bersinergi, serta berjalan bersama. Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan sahabat-sahabat semua. Amanah roda organisasi ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin,” ujarnya.

“Ketika sahabat-sahabat berlari, saya akan berlari kencang. Ketika sahabat-sahabat berjalan, saya akan tetap berlari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KOPRI terpilih, Lana Salsabila, menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan penguatan peran perempuan dalam gerakan.

 “Tentu dukungan dan komunikasi yang terbuka akan mengantarkan kita pada visi resolusi sosial sebagaimana digaungkan dalam gerakan perempuan. Kami ingin merajut kembali relasi yang lebih hangat dan kolaboratif,” ungkapnya.

Ketua Cabang demisioner, Hanif Naufal, turut menyampaikan harapan agar estafet kepemimpinan berjalan sesuai dengan komitmen awal kandidat.

“Semoga kedua sahabat terpilih dapat melanjutkan estafet keorganisasian PC PMII Pekalongan sesuai dengan komitmen dan tujuan yang disampaikan sejak awal pencalonan,” tuturnya.

Ketua KOPRI Cabang demisioner, Dina Nur Amilah Balbisi, menegaskan pentingnya ruang gerak yang inklusif bagi kader perempuan.

“Saya mengucapkan selamat kepada sahabati Lana. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan lebih baik dan KOPRI semakin berkembang tanpa adanya patriarki, baik di internal cabang maupun dalam gerakan kolektif secara umum,” ujarnya.

Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi dan kaderisasi organisasi. Pasangan ketua terpilih menjelaskan makna jargon “Digdaya Berkelanjutan” dalam visi mereka: untuk Ketua Cabang, ini berarti rebranding PC PMII Pekalongan menuju organisasi digdaya dan berkelanjutan, berlandaskan Nilai Dasar Pergerakan; sedangkan untuk Ketua KOPRI, visi tersebut diwujudkan dengan menjadikan KOPRI Cabang Pekalongan sebagai ruang kaderisasi perempuan yang digdaya, berkeadilan gender, dan berdaya advokatif melalui penguatan struktur, jejaring, serta keberlanjutan peran.

Semangat “Digdaya Berkelanjutan” menjadi simbol komitmen kepemimpinan baru dalam merawat tradisi intelektual, solidaritas kader, dan kesinambungan perjuangan organisasi.

Penulis: Muhammad Maelal Marom, Koordinator Biro Media Komunikasi dan Informasi PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

0 Komentar

Cari Sesuatu di Sini

Close